Berikut adalah dokumen terkait Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi Negeri yang meliputi:
Salinan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3/M/2021 Tentang Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia tentang Pedoman Pendanaan Berbasis Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi di Lingkungan Diektorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi.
Sebagai bagian dari kegiatan pembekalan terhadap peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode 2 Tahun 2019, Sabtu – Minggu, 15 – 16 Juni 2019 telah dilaksanakan Bakti Kampus Mahasiswa KKN UGM. Bakti Kampus Mahasiswa UGM dilaksanakan dalam bentuk pembuatan biopori dan bersih kampus. Terdapat 200 biopori yang ditanam di sekitar kampus UGM yaitu di halaman Gedung Pusat, GOR Lembah, Asrama Bulaksumur, dan Asrama Kinanthi 2 & 3.
Biopori adalah salah satu bentuk memanen air hujan yang paling mudah. Memanen air hujan termasuk bentuk konservasi air yang dapat mencegah kerusakan lingkungan. Menurut Dr. Ing. Ir. Agus Maryono, pengajar dari Departemen Teknik Sipil, Sekolah Vokasi UGM, memanen air hujan adalah upaya mengelola air hujan. Jadi, air hujan tidak langsung dibuang dan dialirkan ke laut, sehingga bisa untuk mengurangi banjir karena air ditahan terlebih dahulu di dalam tanah. Tanaman juga bisa tumbuh subur karena tidak kekurangan air sehingga kondisi lingkungan terjaga. Hal tersebut disampaikan Agus saat memberikan pembekalan terhadap peserta KKN UGM Periode 2 Tahun 2019 di Balairung UGM, Sabtu (15/6/2019).
Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih peringkat ke-6 sebagai Kampus Hijau dan Sustainable di Indonesia versi pemeringkatan UI GreenMetric, dan merupakan peringkat ke- 91 dari total 719 universitas di seluruh dunia yang berpartisipasi. Pengumuman dan penyerahan penghargaan dilakukan pada Rabu (19/12/2018) di Balai Sidang Kampus UI Depok.
Tim yang terdiri atas pimpinan Direktorat Perencanaan dan beberapa staf ini, pertama kali mengunjungi Ruang dan Tempo. Co-working space ini memiliki luas kurang lebih 700 m2 yang terbagi dalam tiga bagian/tema utama yaitu “Bangkit”, “Bersatu”, dan “Berjuang”. Setiap area dirancang oleh orang-orang muda kreatif, menghadirkan semangat pergerakan pemuda dari masa ke masa. Di area co-working space ini juga tampil berbagai mural yang menunjukkan semangat Tempo, independen dan merdeka.